Thursday, December 29, 2011

This is Classic!


Yes, i want to bring one classic question.
Do you prefer ‘Loving’ or ‘To be loved’?
Before you continue reading, take a second and spell your answer, first!
…..
…..
Done?
Okay, now, i want to deliver my opinion about those things.
Just fyi, this is just my opinion. I don’t wanna make you agree with my opinion.
So, lets get started!
Gue emang orangnya gak expert2 banget soal pacaran, tapi gue sempat melakukan pengamatan pada beberapa kasus di sekitar gue. Cailah!
Hhahahaha…
So, loving or to be loved?
Oke, gue mau share pengalaman saat pernah seorang cewek menyatakan langsung perasaannya sama gue (Lets not take it too far, and lets get back to business). I should admit that she is the bravest girl i ever met –in positif angle-.
Jauh sebelumnya gue punya pemikiran kalau to be loved itu pasti lebih menyenangkan daripada loving. But, turn out, it is not! It was killing me! That was weird. Weird karena harus ngeliat orang lain mengalami siksaan yang sama saat kita berada di posisi mereka. Weird karena kayaknya kita yang buat dia tersiksa sampe segitu beratnya. But, we can’t do anything! It’s just like everything we do is a wrong one. Sejauh ini sih gue gak tau tindakan yang udah gue lakuin udah bener apa engga, gak tau kalau tindakan gue ini bakalan ngurangi level siksaannya atau malah make her worse.
And then, i ever loved someone for so long time. I didn’t mention name, yes! Hhhahahaha…
The torture is in our side.
Actually, to be honest, the tortures give us lesson, give us strength, make us stronger.
Kenapa gue bilang ngasih kita pelajaran, karena pada saat loving anyone, kita berusaha membuat diri kita berada di kondisi terbaiknya, karena kita gak mau orang lain ngeliat kekurangan kita. Secara langsung, ini tentu aja naikin standar diri kita sendiri. Walaupun kita jadi orang yang berbeda saat gak ada di deket orang yang lagi kita taksir, but still, kita menunjukkan bahwa kita pernah dan punya sisi terbaik dalam diri kita.
And, i was kinda like the tortures. Dan bagian penting saat loving anyone adalah saat kita gak perlu menyakiti hati orang lain. Kita bebas mau mengatur seberapa besar derajat loving kita, apakah kita mau sangat mencintai, agak mencintai, sedikit mencintai, dll. The choice is in our hand.
But still, there have problem, apakah kita mampu mengatur derajat loving kita. Harapannya sih kita punya kontrol penuh atas perasaan kita, kapan harus memulai, mengurangi atau mengakhiri, dan bukannya malah dikendalikan perasaan kita sendiri.
So, from all those explanation, i prefer ‘loving’ word at this time.
Ps: Gak tau deh ntar kalau lagi kedapetan galau banget, bakalan pindah preference atau engga…. Hhahahahahaha…

No comments:

Post a Comment