Friday, March 16, 2012

Protes BBM naik?

Saat sebagian orang prihatin dengan kenaikan BBM, sebagian yang lain sedang sibuk menunggu tablet keluaran terbaru, sebagian lagi sibuk mencari jadwal konser artis mancanegara, sisanya sibuk menghabiskan uang di luar negri.

What i want to say is aku berada di pihak yang tidak mempunyai masalah dengan kenaikan harga premium ini, because in fact yang pakai BBM itu berarti tergolong orang yang mampu, jadi kenapa harus protes saat harga premium naik. Toh, harga minyak dunia juga emang naik, dan kalau harga premium gak dinaikkan, anggaran untuk subsidi premium bakal membengkak.

Trus, kalau BBM naik, barang-barang lain pasti naik. I said we should blame the press!
Media dalam hal ini terlalu melebih-lebihkan dan imbasnya menimbulkan ketakutan besar di kalangan masyrakat dan pelaku pasar jadi ambil keuntungan.
Coba dilihat, bagaimana harga BBM belum naik, tapi harga lain udah pada naik?
Media menyebarkan ketakutan berlebihan di kalangan masyarakat yang di satu sisi malah menguntungkan pihak-pihak tertentu.

"Pemerintah gak pro rakyat kalau naikin BBM?"

Rakyat yang mana? Kalau BBM gak dinaikin, malah berimbas ke membludaknya anggaran subsidi, dan bisa 'mencuri' anggaran lain yang mungkin lebih penting.
Media sudah jadi komponen politik, and this exaggerated things which come up recently gak lebih dari politic move.
Jadi, aku sih gak senang BBM naik, karena artinya harus lebih ketatin anggaran bulanan, tapi bukan berarti beranggapan kalau pemerintah gak pro rakyat, karena dalam konsep ini aku masih bingung rakyat mana yang harus dibela?
Do tell me!

No comments:

Post a Comment