Tuesday, January 1, 2013

Bromo is WOW-some!!!

Well, hello...

Lagi menikmati sore hari terakhir di tahun 2012 di Kota Malang, dan kepikiran buat posting kegiatan selama di Malang.

Jadi ceritanya, kemarin pas lagi bengong-bengong-lucu di kos, kepikiran mau ngapain selama liburan taun baru ini. Eh terus kepikiran mau ke tempat mas di Malang.
Sebenernya kemarin juga antara mau berangkat dan nggak. Aku orangnya nggak hobi jalan2 sih, jadi takutnya kalau ntar ke Malang, bakalan males mau kemana-mana.

Dan pada akhirnya berangkat juga ke Malang, dan malamnya langsung diajakin ke Bromo.
First thing in my mind was 'Whaddaaffu....??? BIG NO!!!!!'
Tapi, karena aku berangkat ke Malang bareng sepupu, dan kasian ngeliat dia kalau cuma bedua doang ke Bromo nya sama mas ku, setelah pertimbangan yang sangat panjang, akhirnya mutusin untuk ikut.

Aku bukan tipe yang seneng banget jalan-jalan, apalagi naik gunung dan ini bakalan jadi pengalaman pertama naik gunung juga sih.
Dan untuk setuju ikut berangkat itu bener-bener mikirin banyak hal, takut kedinginan lah, males lah, takut gak kuat lah, dan lain-lain.


Berangkat ke Bromo direncanakan tengah malem, dan nungguin tengah malem itu bawaannya udah sakit perut aja saking nervous-nya. Sempat tidur setengah jam, karena sehari semalaman belum tidur yang layak. Dan berangkat lah kita bertiga naik motor......


Dan sesuai dengan prediksi, di boncengan udah angguk-angguk-geleng-geleng nahan kantuk.
Setelah menempuh setengah perjalanan (Bromo-Malang bisa ditempuh sekitar 3-4jam-an) di motor, muncul prediksi yang kedua. Perlahan namun pasti, cuaca di jalan bertambah dingin, tangan yang diawal hangat-hangat aja karena sengaja dimasukin ke kantong jaket yang tebel banget buat nahan dingin (aku pakai dua kaos, satu kardigan dan satu jaket yang tebel banget + satu celana training dan satu celana jins), mulai gak kerasa lagi hangatnya.
Niat awal pakai celana dobel mulai terasa sia-sia adanya, karena dingin mulai menyerang area badan bawah, dimulai dari betis dan menjalar ke area paha.

Semakin jauh perjalanan, semakin dingin suhunya, and i was constantly saying...
'Damn! so cold!!! could this be colder? and it indeed totally could!!! Mothafucc.....!!!!!'


Setelah ribuan makian, duduk-duduk ngopi bentar, plus beli sarung tangan, masker dan topi gunung (and it still felt freaking cold!!!!!! ) akhirnya sampai juga di tempat tujuan sekitar jam 3an.
Masih gelap of course!! and still not getting warm (Fuc....!!!).


Jadi, warga setempat nyediain tempat khusus (sekitar seperempatnya lapangan sepakbola) untuk ngeliat matahari terbit dari sela-sela rangkaian gunung (bromo, semeru dan mahameru, CMIIW). Dan dari tempat yang tak seberapa itulah, para turis mulai bejubel, dan wasn't like i expected before, turisnya banyak banget! Turis didominasi orang lokal sih, sesekali keliatan muka-muka bule seliweran.


Turis-turis yang datang sudah mulai gelisah karena cuaca terkesan tidak mendukung, terlalu banyak kabut.
Cuaca yang diharapkan adalah cerah dan sedikit kabut, biar keliatan mataharinya pas nongol, dan realitanya pagi itu cuaca penuh kabut.

Setelah nunggu sekitar setengah jam dari jadwal seharusnya, (biasanya matahari udah muncul sejak jam 5) akhirnya mataharinya muncul juga, walaupun masih malu-malu.

Setelah keragu-raguan yang sempat muncul di awal, ribuan cacian yang terucap karena menahan dingin, usaha mati-matian nahan kantuk selama perjalanan, rasanya semua itu terbayar lunas setelah menyaksikan matahari mulai merangkak naik dari balik gunung.
Walaupun perjalanan cuma ditempuh naik motor, dan bukan mendaki ala-ala pecinta alam, tetep aja merinding ngerasain suasana pagi di area Bromo.



Dan..... Ini dapet salam dari Bromo...



:)

No comments:

Post a Comment