Sunday, January 20, 2013

Mau jadi apa nanti?

Tinggal selangkah lagi, Insya Allah bisa jadi sarjana.
Kalau kata orang-orang, sekarang harus udah siap-siap masuk ke 'dunia yang sebenarnya' atau 'the real world'.
Sebenarnya pemikiran soal ini sudah sering terbayang semasa aktif kuliah, dan semakin mendekati akhir masa kuliah semakin sering muncul.

'Mau jadi apa setelah sarjana?'

Kalau ditanya seperti di atas, pasti pengen langsung jawab 'kerja dong!', 'nikah lah!' dan lain-lain.
Tapi kemudian muncul masalah yang baru, 'setelah itu?'

Ya!
'setelah itu, apa?'

Entah karena terlalu takut akan masa depan, jadi sering muncul pikiran-pikiran 'aneh'.
Salah satunya masalah rutinitas kehidupan dewasa kelak.

Seakan menjadi ketakutan sendiri, pikiran mulai merasa gak nyaman dengan bayangan 'rutinitas' ini. Untuk masalah pekerjaan, misalnya; tiap hari harus berangkat ke kantor pagi-pagi, terus seharian di kantor dan berujung pulang menjelang malam.
Hal ini tentu tidak jadi masalah kalau pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang disenangi.
Bagaimana kalau tidak?
Secara pribadi, aku belum merasa benar-benar menemukan passion hidup. Muncul kekhawatiran kalau rutinitas ini kelak akan menjadi big issue suatu saat nanti.


Pernah pada kepikiran gak sih soal beginian?
Atau cuma aku doang? -_-

Aku membayangkan diriku di masa depan kelak hanya akan menjalankan aktivitas yang rutin dan membosankan, seperti, tamat kuliah, cari kerja, nikah, punya anak, kerja mati-matian buat keluarga, menjadi tua, dan akhirnya meninggal.

Di sisi lain, siklus semacam di atas mungkin merupakan kenikmatan tersendiri bagi orang lain, seperti menikmati punya pasangan hidup yang pengertian, punya anak, menyaksikan anak tumbuh berkembang, hadir dalam wisuda anak, punya cucu, dan seterusnya.

Tapi orang kan beda-beda, dan aku belum melihat kenimatan atau joy dalam siklus seperti itu.
Yang ada dipikiran hanya sebuah rangkain penuh kebosanan.


Aku selalu merasa ada bagian yang hilang dalam perjalanan hidup ini, seperti ada yang kosong.
Aku sih fine-fine aja kalau harus ngejalanin serangkaian 'kegiatan' yang aku sebutin di atas, namun nantinya itu hanya akan jadi kebohongan, karena aku gak benar-benar 'masuk' ke dalamnya.

Yang jadi masalah di sini adalah aku gak tahu apa yang aku butuhin, aku gak paham apa yang missing, aku gak ngerti gimana cara nikmatin the real world itu nantinya.







But, i guess, i still have time to find that.
And i need to work on that too, right?

Bismillahirahmanirrahim 


No comments:

Post a Comment