Sunday, October 26, 2014

Rough Week - part 2

Eh ini lama banget baru keluar posting-an sequel-nya yak?
Hhahaha....
Lagi males banget akhir-akhir ini.

Ada satu cerita lagi soal minggu sial kemarin yang sayang banger kalau gak diceritain.

3. Tragedi Crane. Salah satu job yang dibebankan ke gw adalah bertanggung jawab atas 1 bagian mesin yang membutuhkan bahan kimia untuk bekerja. Bahan kimia yang digunakan ada dalam kemasan drum gede dengan berat 200Kg. Bahan kimia ini biasanya stand by di lantai 1 dan harus dipindahkan ke lantai 2 di mana tempat mesin berada. Pemindahan barang yang berat-berat gini biasanya menggunakan alat bantu crane.
Nah,minggu-minggu ini tuh lagi ada perbaikan crane di kantor. Di saat yang bersamaan, stok bahan kimia di mesin sudah mau habis, dan harus segera diganti sama yang baru, yang tentu saja ada di lantai 1.
Gw pribadi belum pinter-pinter banget mengoperasikan crane. Untuk pemindahan bahan kimia ini biasanya jadi tanggung jawab orang chemical, tapi minggu ini tuh dia kayaknya lagi sibuk banget karena lagi ada chemical trial di kantor. Sudi gak sudi, gw harus segera mindahin drum gw ke lantai 2, daripada gw diamuk si boss gara-gara mesin gak jalan.

Karena crane di kantor gw lagi dalam perbaikan, gw harus mindahin drum dari kantor sebelah. Gayung pun bersambut. Rekan dari kantor sebelah lagi butuh bantuan untuk mindahin barang keperluan kantornya ke lantai 1. Gw dengan sukarela menawarkan diri untuk membantu, dengan syarat dia mau bantuin gw mindahin drum gw. Secara gw juga gak mahir banget mengoperasikan crane, ide ini merupakan ide yang cukup brilian.

Rencananya, gw bantu memindahkan barang kantor sebelah ke lantai 1, kemudian angkut drum gw dari lantai 1 ke lantai 2, kemudian memindahkan sisa barang kantor sebelah ke lantai 1 lagi, and finished! But, planning never always works the way it should be!

Gw mencium sesuatu yang gak enak dari rencana ini. Dari awal, adaaaa aja yang mencurigakan. Pertama, gw dan rekan harus menunggu lama untuk pakai crane, karena lagi dipakai sama orang lain. Orang yang pakai crane ini harus menunggu truk untuk memindahkan barang dia, jadi crane dipegang terus sama mereka, dan kami harus menunggu. Rintangan pertama beres, gw dan rekan segera ambil alih crane. Cobaan kedua datang, jadi ternyata barang punya rekan ini juga direncanakan untuk segera diangkut truk. Crane gak bisa memindahkan barang punya si rekan karena crane gak sampai ke tanah. Jadi, kita harus nunggu truk yang posisinya dapat digapai crane. Dan ini nunggunya lamaaa banget.

Setelah beberapa lama, truk pun datang, dan ternyata oh ternyata truk ini harus memindahkan barang dulu ke lantai 2, barang punya orang yang pakai crane sebelum kami tadi. Posisi crane saat itu lagi nahan barang si rekan karena crane gak bisa mindahin barang dia ke lantai. Dan kami pun dengan paniknya menyusun beberapa kotak chemical untuk jadi tempat sementara untuk menahan barang si rekan. Si rekan agak ragu sebenarnya, karena takut barang nya rusak, tapi ya mau gak mau, karena truk juga harus mengosongkan isinya untuk tempat barang si rekan, secara truk yang akan digunakan si rekan adalah truk yang sama yang dipakai orang yang pakai crane sebelum kami tadi.

Rintangan kedua beres. Karena si rekan dikejar waktu, ada perubahan rencana. Jadi dia memindahkan seluruh barangnya dulu ke lantai 1, baru dia bantu memindahkan drum gw ke lantai 2. Dan disinilah cobaan terberat datang. Saat si rekan bantu memindahkan drum gw ke lantai 2, kabel panel crane yang dia operasikan gak sengaja menyangkut di pegangan tangga, dan crane ini dengan anggunnya macet alias gak bisa digerakkan. Si rekan dan gw panik, dan minta bantuan orang yang ada di sekitar. Posisi kabel panel crane masih menyangkut di tangga portabel dan posisi tangga terangkat sebagian (Hal ini sebelumnya gak gw sadarin), dan saat ada orang yang pengen bantu, dia menginjak tanggga dan BRUKKK....!!! posisi tangga kembali ke lantai dan kabel panel crane putus.

dan kabel panel crane putus.........

Rasanya saat itu slow motion banget, jantung kayak berhenti berdetak sepersekian detik dan rasanya sampai lupa buat napas. Si rekan panik, orang yang bantuin kita panik, dan gw FREAK OUT!!! karena drum gw masih menggantung dan melayang-layang di udara. Otak gw saat itu crowded banget membayangkan segala macam skenario dan kemungkinan yang dapat terjadi. Gw takut kalau drum gw bakalan jatuh dan menimpa orang yang ada di bawah, gw takut kalau ada kebutuhan mendesak buat mesin yang membutuhkan crane dan kondisi crane gak ada yang available dan pikiran-pikiran lain, bahkan otak gw dengan cemerlangnya mulai memikirkan pidato perpisahan gw karena gw dipecat dari kantor, mulai memikirkan apa yang bakalan gw lakuin setelah dipecat, dll.  
Yeah, i think that way. Sad.

Si rekan akhirnya memanggil teknisi crane, dan kabur. Yup! dia harus mengantar barang kepunyaan dia yang sudah stand by di truk, dan tinggal lah gw dengan merana meratap drum menggantung di udara menunggu teknisi.

Teknisi pun datang dan dengan lihainya manjat-manjat sampai ke atap gedung tempat mesin crane berada. Saat itu sudah hampir jam pulang, gw berharap banget si teknisi bisa ketok magic dan mengembalikan fungsi crane sebelum jam pulang. Tapi ternyata sampai magrib juga belum beres, dan si teknisi juga ijin istirahat sekalian ambil tools lain.

The Flying Drum 1
Gw dan si rekan juga akhirnya mutusin pulang karena gak ada yang bisa kami perbuat, secara kami bukan teknisinya. Gw nitip tolong sama rekan yang kerja shift untuk mindahin drum gw kalau crane udah balik normal. Gw pulang dengan perasaan yang sangat tidak tenang, masih memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, mempersiapkan mental buat esok harinya siap-siap diamuk bos.
Saking gak tenangnya, gw balik lagi ke kantor 2 kali untuk ngecek kondisi terakhir. Di pengecekan kedua sekitar jam 9 lewat, gw pun pasrah karena si teknisi masih sibuk menggelayut di atap tangga, dan memutuskan untuk tidur saja dengan tidak tenangnya. Bahkan gw kebangun jam 3 malam, dan memutuskan untuk sms rekan kerja shift tentang kondisi terakhir. Yeah, i'm that kind of person. :'(

Dan Alhamdulillah dapat berita bagus, crane sudah normal dan gak ada masalah apa-apa karena tragedi crane ini.
What a week!
Fiuh!!

The Flying Drum 2

No comments:

Post a Comment