Halo everyone.
Beberapa pekan belakangan ini lagi heboh banget soal
kontroversi konser salah satu penyanyi Amerika, Lady Gaga. Konser tur Asia si
penyanyi nyentrik ini banyak mendapatkan aksi penolakan, seperti di Cina, Korea
Selatan, Malaysia, Filipina termasuk Indonesia yang lagi on process. Aku sih gak tau konsernya ntar bakalan jadi atau engga.
Sekarang, pihak promotornya masih sibuk ngurus administrasi.
Aksi penolakan yang dilakukan beberapa elemen masyarakat ini
didasari atas beberapa alasan, seperti, image
si artis yang katanya terlalu seksi, dampak adanya pengaruh buruk yang
ditimbulkan oleh figur si artis ini kalau konser tetap dijalankan, serta pengaruh
ajaran sesat yang dituduhkan dianut si artis.
Di Indonesia sendiri, selain banyak yang menolak diadakannya
konser, gak sedikit juga yang berharap konsernya tetap berlangsung. Kalau aku
pribadi sih gak masalah kalau konsernya mau dibatalin atau engga.
Tapi, dari beberapa hiruk pikuk kontroversi yang beredar
beberapa hari ini, aku nangkap beberapa poin. Ini sih cuma pendapat aku
aja.Kalau punya pendapat yang berbeda, ya gak masalah. That it has supposed to
happen. Siapa ya yang bilang kalau perbedaan itu indah? Nabi Muhammad apa ya?
Oke, ini beberapa pendapat menurut pandangan ku sebagai
amatir:
- Di antara beberapa yang menolak, ada yang mengemukakan pandangan kalau penyanyi yang mau konser ini dinilai sering atau akan menampilkan aksi panggung yang terlalu mengumbar aurat.
Pendapat amatir: Masalah aksi
panggung bukan masalah yang besar sih ya. Artis sekaliber Gaga ini pastilah tau
bagaimana dia menempatkan diri di suatu negara. Sekelas pemborong Grammy gitu
loh! I bet she’ll be professional. And, it is solved! Manajemen nya Lady
Gaga SUDAH setuju untuk menyesuaikan aksi panggung dengan kondisi Indonesia.
Jadi, kalau alasannya karena aksi
panggung yang terlalu seksi, udah ada pencerahan kali ya? Apa masih engga?
Aku punya pandangan kalau Gaga ini
masih biasa2 aja untuk hal seksi atau engga seksi. Entah ini aku doang atau
engga, seksi itu sih tergantung orang yang ngeliat sih ya, jadi gak objektif.
Ada beberapa orang yang pernah ngungkapin kalau cewek pake kebaya aja bisa jadi
keliatan seksi banget. Orang sih beda-beda ya. Balik lagi, si Gaga ini kan image nya lebih ke creative talent dan bukannya bombshell.
Lebih merangsang-an Katy Perry sama Beyonce deh kemana-mana. Gaga kurus
kerempeng muka kayak monster gitu.
Sebelumnya, aku punya pikiran:
“… wuih!
Gaga aja sampai begini, gimana kalau Beyonce konser?...”
Dan ternyata, Beyonce udah pernah
konser tahun 2007 lalu, dan it was fine. Gak
seheboh ini.
Katy Perry juga lolos-lolos aja
kemarin.
Lalu, kenapa ini jadi heboh banget?
- Sebagian lagi berpendapat kalau konser ini nantinya berpengaruh merusak moral nya calon penonton konser.
For
god sake!!!! Moralnya para pejabat2
kita juga gak ada yang beres, such as pada
nonton bokep pas rapat, korup di mana-mana, affair
sama penyanyi dangdut, dan ini bahkan lebih terbukti bisa merugikan orang
banyak karena mereka bisa jadi gak dedicated
sama job nya masing2.
Lah ini, cuma konser 3-4 jam tok,
pulang-pulang konser palingan pada shock,
exciting, terbengong-bengong di kamar masing-masing karena gak nyangka bisa
ngeliat aksi panggungnya seorang Gaga atau langsung pada langsung tidur karena
kecapean dan besoknya udah balik ke kehidupan semula.
Kalau masalah moral sih, urusan
pribadi masing-masing sih ya. Kalau kata Iwan Fals “… Urus
saja moral mu..”
Satu poin lagi, konsernya kan limited dan gak bisa diakses sembarang
orang, gak kayak pertunjukan dangdut di desa-desa yang bisa diakses anak2.
Untuk Konser Gaga ini kan ada price yang
membatasi dan gak diakses untuk umum.
Loh!
Kan gak semua yang nonton itu orang dewasa?
Oke! Setuju!
Kalau menurut ku sih, tanggung
jawab ini ada di orang tua masing2 sih ya. Kalau emang gak mau anaknya
terpengaruh kondisi moralnya, ya gak usah didanai buat nonton konser. Susah
banget kayaknya!
Dan bicara soal moral, penurunan
moral ini udah terjadi di mana-mana gak perlu harus dipengaruhi oleh suatu
konser musik.
Salah satu kejadian beberapa hari
lalu, sekelompok orang yang melempari kelompok orang yang lain yang hendak
beribadah dengan batu, kodok bahkan air seni. Masih mau bicara soal moral?
Acara-acara di TV sekarang juga
agak2 menyimpang, such as sinetron2
yang banyak mengisahkan isu kecurigaan, isu penyiksaan, permusuhan, kebencian,
gaya hidup hedon, dll. Trus ada penyanyi anak2 yang hobi nyanyiin lagu2 orang
dewasa. Masih mau bicara soal moral?
Poinnya sih, pengaruh2 buruk atas
moral dari suatu konser itu gak sebesar dari sumber lain, misalnya dari
televisi yang jelas2 free access everyday,
dan masih sedikit tuh yang protes soal penurunan moral terkait tayangan televisi.
Jadi, agak aneh kalau nyinggung2
masalah penurunan moral dari konser yang cuma 3-4 jam dibandingin tayangan2
negatif di televisi yang bisa diakses sehari2.
Nah, ini dia pendapat ku sebagai amatir. Kalau punya
pendapat yang lain sih, silahkan.
Sekali lagi, ini cuma pendapat amatir doing sih ya.
No comments:
Post a Comment