Waktu kita kecil, kita pasti sering banget dengerin ungkapan
“gantungkan cita-cita mu setinggi langit”. Bahkan ungkapan itu masih sering digunain
sampai kita beranjak remaja dan dewasa, namun dengan embel-embel untuk tidak
terlalu tinggi menggantungkan cita-cita itu agar kita tidak terlalu merasa down saat kita tidak berhasil
mewujudkannya atau lebih realistis dalam bercita-cita.
Aku sih bukan orang yang secara saklek netapin apa yang
harus aku lakukan atau dapatkan 5-10 tahun mendatang. Pengen sih sekali-kali
netapin target apa yang harus dan sudah harus aku lakukan dalam beberapa tahun
mendatang, but i’m too lazy for that.
Aku lebih ke orang yang punya mimpi di sembarang tempat dan
di sembarang waktu. Jadi, misalnya pas aku lagi asyik liat dokter lalu lalang
di rumah sakit atau lagi ngantri di bank, aku langsung kepikiran untuk ‘oh, jadi dokter asyik juga nih….’ atau ‘keren banget kayaknya kerja di bank’. But, just that! I’ve no desire to realize
that to be true
See?
Aku bukan tipe orang yang udah netapin
cita-citanya sejak masih belum bisa merangkak atau tipe orang yang udah
ditetapin cita-citanya sama orang tua. Malah, pas pendaftaran universitas, aku
masih gak tau harus daftar jurusan apa. Aku juga milih jurusan yang sekarang
juga gara-gara hasutan abang ku -___- .
I know how pathetic
was that!
Disini aku gak ngebahas masalah cita-cita ku sih, namun
lebih ke mimpi-mimpi yang sempat pernah mampir di pikiran ku, yang sebagian
besarnya sudah tercapai dan sebagian besar lagi on progress.
- Dari kecil, aku udah seneng banget sama yang namanya Drum/Marching Band. Kalau pas gak sengaja dengerin samar-samar musik Drum/Marching Band, pasti tiba-tiba langsung girang sendiri, dan langsung heboh nyari sumber suara dan mantengin pertunjukan as long as i can.
Waktu masuk SMA, pas banget ada ekskul
Marching Band. Tapi sayang banget, anggotanya tertutup hanya untuk anak-anak
yang tinggal di asrama, sedangkan aku ngekos. Alasannya sih biar selalu ready dengan jadwal latihanyang
ditetapin.
Aku sedih sih gak bisa ikutan. Tapi
cuma dengan ngeliat mereka latihan atau tampil pas ada acara-acara khusus di
sekolah, aku udah seneng banget. Gayanya sih santai-santai cool gimana gitu pas dengerin, tapi dalam hati udah loncat-loncat
karena bisa sedekat itu dengan pertunjukkan.
But
you know what??
VOILA!!!
Aku ikutan Marching Band di
perguruan tinggi, bahkan sempat ikutan Grand Prix Marching Band ke 26 di
Jakarta, yang notabene merupakaan even bertaraf nasional.
I
mean, how crazy is that??!!!
Aku gak pernah mimpi sama sekali
untuk jadi salah satu anggota Marching Band, but then, here i am,ever followed National Marching Band Championship.
- Aku dari kecil udah suka baca. Kalau dulu sering ditanyain hobinya apa, pasti aku jawabnya ‘membaca’, Hhahahaha….. Dari SD, aku udah langganan majalah Bobo sampai SMP, trus lanjut majalah Aneka, Gaul, Keren Bekan (Buka aib sendiri), trus pas kuliah senengnya baca-baca novel.
Di SMA ku sendiri, ada salah satu
unit kegiatan yang mengurusi majalah sekolah yang diterbitin tiap semester. Aku
dan beberapa temen sempat mendaftar untuk jadi anggota. Namun sayangnya, aku
gak diterima. Beberapa temenku diterima jadi anggota. Setelah beberapa minggu,
kalau gak salah ternyata ada pengumuman buat yang udah daftar seleksi tapi gak
lulus, masih punya kesempatan buat jadi anggota dengan hanya mendaftar ulang. But, i didn’t get the news early. Aku
dapat kabarnya pas pendaftaran ulang ditutup. Can you imagine how sad i was before?
Impian untuk mengelola suatu media
cetak sirna sudah semenjak itu.
But
guess what??
VOILA!!!
Aku jadi Pemimpin Umum majalah
fakultas di kampus ku.
Gokil gak sih???
- Kuliah di Jawa
Seperti yang aku bilang di atas,
aku masih belum punya jurusan universitas pas akhir-akhir SMA. Tapi aku
menyimpan impian untuk kuliah di Jawa, karena aku notabene berasal dari
Sumatera. Cuma waktu itu tetap masih belum ngeh mau ambil jurusan apa, yang
penting pengennya di Jawa, syukur2 dapat yang negri.
Alasannya pengen kuliah di Jawa sih
masih samar-samar. Aku pengen ngerasain suatu kondisi lingkungan yang beda saat
itu, apalagi dengan embel-embel kuliah di Jawa, kita lebih punya prestis di
bandingkan yang kuliah di Sumatera. Yah, walaupun ujung2nya tergantung
individunya juga sih. But still, berhasil
mendapatkan kursi di universitas di Jawa itu bisa jadi kebanggaan tersendiri,
karena bisa merasakan sesuatu yang berbeda dengan lingkungan asal kita, dan
ikut merasakan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang beda tersebut.
Pas lagi heboh daftar ke
universitas, aku cuma ngandelin tes SNMPTN which
is nut!. Sebelumnya ikut tes UMB sama Telkom, tapi gak lulus.
But
guess what??
VOILA!!!
Aku sekarang kuliah di salah satu
universitas negri di Jawa.
Poinnya sih, memotivasi diri sendiri untuk terus bermimpi
dan bercita-cita, dan harapannya sih bisa berjuang lebih keras lagi untuk mewujudkannya
menjadi nyata.
Saat ini, masih ada beberapa mimpi ku yang belum terwujud,
dan aku gak menolak diri sendiri untuk menciptakan mimpi-mimpi baru yang
tujuannya bisa membuat hidup kita bisa lebih ada maknanya.
Sekarang tuh aku masih sering munculin mimpi-mimpi baru,
kayak yang aku bilang di atas, kalau aku lebih ke orang yang senang munculin
mimpi di sembarang tempat dan sembarang waktu. Ini juga merupakan salah satu
upaya mengisi semangat yang kadang-kadang menurun drastis karena rutinitas
sehari-hari. Jadi, mimpi-mimpi yang ada semacam wake up call untuk ngejalanin hidup yang lebih baik dan bermakna
lagi.
So, let the dreams
come true!!!

No comments:
Post a Comment