Akhir-akhir ini di kantor lagi gak ada kerjaan banget.
Tiap hari cuma duduk nyantai doang, ngemil kacang, plus ngenet.
Saking bosennya, saya sampai buka file-file lama yang ada di laptop; file foto,
file kuliah, dan beberapa file gak jelas.
Kemudian saya gak sengaja buka file-file tentang tugas-tugas kuliah dan laporan praktikum.
Oh iya, saya masih simpan semua file-file zaman kuliah lengkap mulai dari semester 1 sampai skripsi-an.
Beberapa file saya buka satu-satu, baca-baca bentar, dan kemudian pusing sendiri.
Hhahahaha....
Ada satu hal positif (dari banyak hal lainnya) dari bangku kuliah yang saya tangkap, yang baru saya sadari saat iseng buka file-file ini.
Semenjak masa orientasi, kemudian kuliah, praktikum dan kegiatan non-kampus, saya sebagai mahasiswa sudah dihadapkan untuk bekerja sama dalam satu tim atau kelompok.
Terkadang kita disatukan sama orang yang asyik banget, gak jarang juga nemu orang yang terlalu 'ahseeek...' dalam satu kelompok, dan kalau lagi lucky, bisa aja ditakdirkan untuk satu kelompok sama gebetan (ehem!).
Saya sempat melakukan survei singkat untuk melihat seberapa sering saya berada dalam satu kelompok dengan orang yang sama.
Dan hasilnya cukup mengejutkan.
Saya hanya sempat bergabung dengan beberapa orang saja semasa kuliah yang tak sebentar itu (malah curhat!)
Sisanya? Saya mungkin pernah berada dalam satu kelompok dengan tiap orang dalam satu angkatan saya, atau bahkan beda angkatan.
Bekerja dalam satu kelompok bukan hal yang mudah, namun sebenarnya juga tidak sulit untuk dilakukan.
Kita harus menyatukan visi, mengesampingkan ego dan tetap profesional.
Profesional dalam arti memposisikan diri sebagai rekan belajar dan teman bermain.
Tidak semua orang dalam satu kelompok memiliki level energi dan mood yang sama saat mengerjakan suatu tugas.
Ada yang gak fokus gara-gara kepikiran gebetan (tetep!!), kepikiran tugas yang lain atau tugas dengan kelompok yang lain, kepikiran masalah pribadi atau keluarga, atau emang lagi na'as nemu orang yang males dan gak bisa diandelin. Wallahualam.
Tapi, mau gak mau ya harus dijalanin.
Bekerja sama dengan beragam tipe manusia semasa kuliah secara tidak langsung mengajarkan flexibility.
Kita tidak bisa memaksakan kehendak diri, namun di sisi lain tetap harus berjuang untuk menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.
Kadang saya harus bekerja sendiri, atau gak jarang juga jadi bad guy ngomel sana-sini untuk tanggung jawab sama porsi masing-masing.
Gak selamanya saya berada dalam posisi yang benar, beberapa kali bahkan saya sendiri yang jadi bahan omelan teman-teman karena saya yang gak bisa bagi waktu dan fokus saya.
Tantangan banget sih bekerja dalam satu kelompok.
Kalau lagi sial, kita bisa satu tim sama orang yang males dan gak bisa diandelin.
Kalau lagi sial banget, kita bisa kejeblos dalam tim yang orangnya 'malesin' dan 'terlalu dapat diandelin'. Orang ini biasanya bossy dan berasa kalau gak ada dia, tugas gak akan dapat diselesaikan.
Tipe orang yang kedua ini biasanya mau menang sendiri, memaksakan kehendak dan suka cari perhatian, dan terkadang mengharapkan nilai lebih tinggi dari anggota grup yang lain.
Oh iya, bekerja dalam kelompok tidak jarang mengubah perspektif kita tentang orang tertentu.
Orang yang sebelumnya asyik-asyik aja dalam pertemanan sehari-hari dapat berubah menjadi orang yang sangat menyebalkan saat bekerja dalam satu kelompok.
Dalam kasus seperti ini, 'keprofesionalan' kita dipertaruhkan.
Kita harus dapat membedakan cara kita memperlakukan orang lain saat berteman dan saat kita harus ngerjain tugas bersama.
Jangan sampai gara-gara tugas yang sementara kita jadi gak punya teman di kampus.
Dan........
Pengalaman bekerja sama dalam satu kelompok ini ternyata ada manfaatnya saat kita sudah bekerja nantinya.
Di dunia kerja yang saya alami sekarang, saya harus menghadapi banyak tipe dan sifat manusia, mulai dari bos, rekan kerja atau costumer-supplier sekalipun.
Tidak semua orang merupakan orang yang menyenangkan, tapi gak semuanya nyebelin juga sih.
Tapi kalau saya gak sabar-sabar banget, saya pasti udah give up!
Kesabaran ini mungkin juga secara unconscious sudah dilatih semasa zaman kuliah dulu, jadinya gak kaget-kaget banget.
Apalagi di tempat saya sekarang, rekan kerja kebanyakan hanya lulusan SMA sederajat, sedangkan saya satu dari sedikit lulusan sarjana yang ada di kantor.
Saya harus benar-benar menempatkan diri saat bersosialisasi.
Saya gak mau secara tidak langsung terlihat merendahkan rekan kerja, tapi di sisi lain juga harus menetapkan sets of boundaries.
Bukan hal yang mudah, dan saya sendiri masih terus belajar.
Jadi, lama-lama kuliah ada manfaatnya juga nih.
Hhhahahaha..... :D
Eh, besok udah senin lagi.
Semangat!
No comments:
Post a Comment